Kerambah Ikan Kerapu

Posted on
  • by
  • kodim1611/Badung
  • in
  • Label:
  • Semakin banyak saja rumah makan yang menyediakan menu makanan ikan laut atau lebih dikenal seafood. Anemo masyarakat pun tampaknya tidak pernah habis untuk menikmati kelezatan makanan yang kaya gizi dan protein ini.

    Diantara menu makanan seafood, nama ikan kerapu muncul dan ramai diperbincangkan sebagai salah satu menu favorit. Disamping karena kelezatannya, harga makanan menu ikan kerapu tergolong relatif lebih mahal. Sebagaian orang percaya bahwa warna merah ikan kerapu akan membawa keberuntungan tertentu. Disamping itu, dengan mengkonsumsi ikan kerapu akan memberi manfaat kesehatan yang luar biasa.

    Tidak salah lagi jika sebagian orang kemudian berburu ikan ini sebatas untuk dikonsumsi karena manfaat yang luar biasa dari ikan jenis groupers. Seiring dengan itu, ikan kerapu pun menjadi salah satu komoditas perikanan yang mempunyai peluang baik di pasar domestik maupun international.

    Ada beberapa jenis ikan kerapu, diantaranya ikan kerapu lumpur,lohdi, sunu, macan, dan tikus atau bebek. Dari sekian banyak jenis ikan kerapu tadi, ikan kerapu macan relatif lebih mudah dibudidayakan dan harga juga tetap tinggi.

    Melihat potensi itu, salah satu pembudidaya ikan kerapu macan ini adalah Ardiyan Taufik. Pria asal Jepara ini terus mencoba peruntungannya dalam berbisnis ikan kerapu. Diakui olehnya, bahwa jumlah permintaan ikan kerapu macam sangat tinggi.

    Ardiyan memilih ikan kerapu macan karena dari segi ketahanan, ikan kerapu macan lebih kuat dibandingkan ikan kerapu jenis lainnya. Meski harganya sedikit lebih murah dibandingkan ikan kerapu jenis lain. "Ikan kerapu macan per kilogramnya itu Rp 120 ribu, sedangkan yang bebek bisa mencapai Rp 470 ribu," jelas Ardiyan.

    Namun setelah ditimbang-timbang, ikan kerapu macan bisa dibilang lebih ekonomis. Maklum saja, ikan kerapu tergolong ikan laut karang yang cukup sensitif. Tidaklah mudah untuk membudidayakan ikan ini, perubahan iklim sedikit akan mempengaruhi ikan ini. "Kerambah ikan kerapu macan ini tidak perlu dibawa di tengah laut seperti kerambah ikan kerapu lainnya," paparnya.

    Sejauh ini segmen pasar hasil kerambah ikan kerapu macan milik Ardiyan, melayani permintaan dari sejumlah restauran-restauran di Bali. Saban dua minggu sekali, Ardiyan harus mensuplai ikan kerapu macan hidup miliknya. "Tidak kurang mencapai 200 sampai 250 kilogram ikan kerapu macan dengan bobot sekitar 400 gram," papar.

    Omset yang diterima yang diterima Ardiyan saban dua minggu itu mencapai Rp 10 juta sampai 15 juta. Margin keuntungan yang diterima, tidak kurang mencapi 30%.

    Lezatnya dari bisnis budidaya ikan kerapu macan pun juga dicicipi oleh Ibnu Purwanto. Warga Gunung Anyar Surabaya ini yang mengaku baru satu tahun menjalankan bisnis budidaya ikan kerapu macan, sudah kebanjiran pesanan.
     
    Copyright (c) 2010 dibuat oleh Kodim 1611/Badung
    Kenangan dari : Letkol Pontjo Wasono K.